Sekitar lima ratus jamaah hadir dalam tabligh akbar peringatan isra’ mi’raj 1440 H di Jember, Ahad (17/3/2019) pagi. Agenda pengajia...
Sekitar lima ratus jamaah hadir dalam tabligh akbar peringatan isra’
mi’raj 1440 H di Jember, Ahad (17/3/2019) pagi. Agenda pengajian itu
mengangkat tema “Meneladani Kepemimpinan Rasulullah”.
Agenda isra’ mi’raj merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh kaum muslim. Pada peringatan kali ini mengundang 3 penyampai orasi.
Penyampai orasi pembuka, Ustad Abdurrahman Shaleh, M.M. membuka pengajian tersebut dengan memaparkan berbagai problematika umat. “Kondisi kita hari ini mengalami krisis, bukan hanya di ranah pribadi, tapi di semua aspek kehidupan,” tutur beliau.
Beliau mencontohkan, baru-baru ini puluhan kaum muslim ditembak secara brutal oleh kafir teroris di Salendia Baru. Selain itu, lanjut beliau, Indonesia juga mengalami krisis karena memiliki hutang luar negeri lebih dari 5000 triliun.
“Padahal hutang (luar negeri) itu adalah riba yang pelakunya akan diazab oleh Allah,” tambahnya. Oleh sebab itu, kata beliau, umat butuh perubahan untuk mengatasi berbagai macam problematika umat tersebut.
Agenda isra’ mi’raj merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh kaum muslim. Pada peringatan kali ini mengundang 3 penyampai orasi.
Penyampai orasi pembuka, Ustad Abdurrahman Shaleh, M.M. membuka pengajian tersebut dengan memaparkan berbagai problematika umat. “Kondisi kita hari ini mengalami krisis, bukan hanya di ranah pribadi, tapi di semua aspek kehidupan,” tutur beliau.
Beliau mencontohkan, baru-baru ini puluhan kaum muslim ditembak secara brutal oleh kafir teroris di Salendia Baru. Selain itu, lanjut beliau, Indonesia juga mengalami krisis karena memiliki hutang luar negeri lebih dari 5000 triliun.
“Padahal hutang (luar negeri) itu adalah riba yang pelakunya akan diazab oleh Allah,” tambahnya. Oleh sebab itu, kata beliau, umat butuh perubahan untuk mengatasi berbagai macam problematika umat tersebut.
“Kita bisa meneladani perubahan yang telah dilakukan Rasulullah sampai mendirikan daulah Islam di Madinah,” terangnya. Jalan perubahan yang harus kita lakukan, tambah beliau, ialah menegakkan khilafah.
“Khilafah sudah tidak diragukan lagi dalilnya, ulama sepakat khilafah, bahkan khilafah adalah tajul furud (mahkota kewajiban),” tutur beliau. Beliau menyampaikan, tanpa adanya khilafah, umat mengalami keterpurukan karena jauh dari Islam. Maka, khilafah menjadi satu-satunya jalan menuju kemuliaan umat dan yang mengatur kehidupan dengan Islam.
Lebih lanjut, pembawa orasi penutup, Ustad Muhammad Mashuri menjelaskan, umat Islam harus memperjuangkan tegakknya khilafah.
“Amal sholih yang sangat utama adalah dakwah menegakkan khilafah,” tutur beliau.
Hal itu sebab dengan khilafah, semua syariat Islam dapat diterapkan secara sempurna dalam kehidupan. Di samping itu, imbuh Ustad Mashuri, khilafah juga merupakan janji Allah dan kabar gembira Rasulullah.
Selain pemaparan orasi, tabligh akbar itu turut menampilkan beberapa tokoh sebagai pembicara. Di sela-sela pengajian juga turut diisi acara kreasi liwa dan royah. Para peserta tampak antusias mengikuti acara tersebut. [sts]
COMMENTS