Pada Kamis, 11 April 2019, di kota Banyuwangi, LBH PELITA UMAT Sukses menggelar Diskusi Islamic Lawyers Forum (ILF), mengambil tema...
Pada Kamis, 11 April 2019, di kota Banyuwangi, LBH PELITA UMAT Sukses menggelar Diskusi Islamic Lawyers Forum (ILF), mengambil tema “Pilpres & Masa Depan Penegakkan Hukum di Indonesia”. Hadir sebagai Nara Sumber : Prof. Suteki (Pakar Hukum dan Masyarakat), Muslim Arbi (Direktur Gerakan Perubahan) dan ketua LBH PELITA UMAT, Ahmad Khozinudin, SH.
Diskusi berlangsung begitu hangat, nampak puluhan Tokoh dan Akademisi hukum, Ulama dan Aktivis Islam hadir dalam diskusi. Diskusi dipandu oleh host Hary Tustian.
Prof Suteki mengawali diskusi, dalam pemaparannya diterangkan proses penegakan hukum selama hampir lima tahun ini dipandang berhasil menimbulkan kekecewaan rakyat. Tidak ada kebebasan menyampaikan aspirasi dan pendapat, segenap rakyat diliputi ketakutan.
"Negara itu harus menjadi pemurah seperti seorang ayah kepada anaknya" ungkap Prof. Suteki.
Pakar Hukum dan Masyarakat juga menceritakan hukum di Indonesia menjadi rusak karena ditunggangi politik oleh sebagian kelompok masyarakat.
"Hukum yang tidak adil itu bukan hukum" sambungnya.
Adapun Muslim Arbi, melihat ada nuansa anti kritik dari penguasa yang jelas banyak berbohong atas janji yang disampaikan 4,5 tahun yang lalu.
"Kalau berbohong sekali, maka dia akan bohong lagi untuk menutupi kebohongan sebelumnya" jelas Muslim Arbi
Direktur Garpu ini menceritakan keadlian selama ini hanya milik penguasa, bukan milik rakyat. Karena potret ketidakadilan dari penguasa sangat jelas.
"Lalu dimana demokrasi?" tanya beliau.
Ahmad Khozinuddin, dalam pemaparannya menilai di era rezim Jokowi ini represif
dan anti Islam. Banyak kasus yang dialami oleh ulama, habaib dan aktivis
Islam mendapat kezaliman dari rezim karena kritis dan konsisten
mendakwahkan agama Islam.“Kriminalisasi bendera tauhid, ajaran Islam khilafah, itu terjadi di era Jokowi. Kasus Penistaan agama seperti yang dilakukan Ahok, Busukma, Ade Armando, Victor laiskodat, itu semua terjadi di era Jokowi” tegasnya.
Masih menurut Ketum LBH Pelita Umat ini, masa depan penegakan hukum bangsa Indonesia sangat ditentukan siapa yang menjadi Presiden pada Pilpres 2019. Jika rezim ini tidak berganti, maka kezaliman dan represifme terhadap umat Islam rasanya sulit dihentikan.
"Jika bicara keadalian marilah kita kembali ke Yang Maha Adil, Allah. Denngan menerapkan aturanNya secara menyeluruh" ajaknya.
Beberapa tokoh yang hadir seperti H. Qoidul Anam Alimi, SH beserta Tim Pengacara Muslim Banyuwangi, tokoh dari Bondowoso, Jember bahkan Bali hadir dan diantaranya memberikan pandangan. Nuansa diskusi terjadi begitu cair, sampai tidak terasa diskusi berlangsung hingga pukul 23.00 WIB.
Diskusi yang berlangsung nyaris 3 (tiga) jam lebih ini kemudian ditutup dengan doa. Pasca diskusi, seluruh peserta berpose foto bersama bersama Nara Sumber.



COMMENTS