Kisah Tabiin hidup 80-an Hijriyah patut menjadi Teladan

Ia adalah Muhammad bin Waas'i. Kemuliaan yang dimiliki tak lantas ia jadikan bahan untuk mendekat ke lingkaran kekuasaan. Bahkan, ...



Ia adalah Muhammad bin Waas'i. Kemuliaan yang dimiliki tak lantas ia jadikan bahan untuk mendekat ke lingkaran kekuasaan. Bahkan, ia adalah teladan bagi umat sekarang tentang pentingnya kehati-hatian memegang jabatan.

Kisah ini seperti dinukilkan dari Mereka adalah Para Tabiin karya Dr Abdurrahman Ra'at Basya yang diterbitkan oleh at-Tibyan. Dijelaskan, konon, kedekatan Muhammad bin Waasi' dengan para pemimpin Bani Umayah bukan terbatas dengan Yazid bin Muhallab dan Qutaibah bin Muslim al-Bahili saja, melainkan juga dekat dengan para wali dan amir. Termasuk di antaranya Wali Basrah, Bilal bin Abi Burdah. Namun, kedekatan tersebut tak lantas membutakan mata hati Muhammad bin Wasi'.

Suatu saat, Muhammad bin Waasi' datang kepada amir ini dengan mengenakan jubah dari kain yang kasar. Bilal bertanya kepada sang tokoh. “Mengapa Anda mengenakan pakaian sekasar ini, wahai Abu Abdillah?” Ibnu Waasi' pura-pura tidak mendengar dan tak berkomentar sepatah kata pun sehingga Wali Basrah itu kembali bertanya:

“Mengapa Anda tidak menjawab pertanyaan saya wahai Abu Abdillah?” Tanya Bilal.
“Aku tidak suka mengatakan bahwa inilah zuhud. Karena berarti aku membanggakan diri. Dan benci mengatakannya sebagai kefakiran karena itu menunjukkan bahwa aku tidak mensyukuri karunia SWT. Padahal, sesungguhnya aku telah ridha,” kata Muhammad.

Jawaban tersebut meluluhkan hati Bilal dan mendorongnya ingin memberikan hadiah kepada Muhammad. “Apakah Anda membutuhkan sesuatu wahai Abu Abdillah?”

Tetapi, permohonan tersebut ditolak secara halus. “Wahai amir, Allah tidak akan menanyai hamba-Nya tentang qada dan qadar pada hari kiamat nanti. Namun, Dia akan bertanya tentang amal mereka,” kata Muhammad.

Maka terdiamlah wali Bashrah ini karena malu.
Pada kesempatan yang lain, Muhammad bin Waasi' masih berada di sisi gubernur ketika waktu makan siang tiba. Wali Basrah itu mengajak beliau untuk makan bersama, tetapi beliau menolaknya dengan berbagai dalih.

Sehingga, Bilal menjadi tersinggung dan berkata, “Apakah Anda tidak suka makan makanan kami, wahai Abu Abdillah?” Beliau berkata, “Janganlah berkata begitu wahai amir. Demi Allah bahwa yang baik-baik dari kalian para amir adalah lebih kami cintai daripada anak-anak dan keluarga kami sendiri.”

Berkali-kali Muhammad bin Waasi' diminta untuk menjadi seorang qadi, namun beliau selalu menolak dengan tegas dan terkadang membuat dirinya menghadapi risiko atas penolakannya tersebut.

Beliau pernah dipanggil oleh kepala polisi Basrah, yaitu Muhammad bin Mundzir. Dia berkata, “Gubernur Irak memerintahkan aku untuk menyerahkan jabatan qadhi kepada Anda.” Beliau menjawab, “Jauhkan aku dari jabatan itu, semoga Allah memberimu kesejahteraan.” Permintaan tersebut diulang dua atau tiga kali, namun beliau tetap menolaknya.

Karena ditolak, kepala polisi itu marah dan berkata sambil mengancam, “Anda terima jabatan itu atau aku akan mencambuk Anda sebanyak 300 kali tanpa ampun!” Beliau berkata, “Jika engkau melakukan itu, berarti Anda bertindak semena-mena. Ketahuilah bahwa disiksa di dunia lebih baik daripada harus disiksa di akhirat.” Kepala polisi itu menjadi malu, lalu mengizinkan Muhammad bin Waasi' untuk pulang dengan penuh hormat.

Kezuhudannya pun tampak tidak hanya dalam kondisi tenang, tetapi juga tatkala umat Islam memenangi peperangan. Suatu saat, setelah perang usai, tengah terjadi perbedaan pendapat tentang tawanan. Apakah boleh mereka menebus dengan harta demi kebebasan mereka. Sebagian ada yang hendak menebus dengan lima ribu helai kain, sebagian yang lain ingin membayar dengan sutra cina.

Tawaran itu menggiurkan para serdadu. Tetapi, tidak bagi Ibnu Waasi'. Ia pun dengan lantang berkata, “Wahai amir, tujuan kaum Muslimin keluar berjihad ini bukanlah untuk mengumpulkan ghanimah atau menumpuk harta, melainkan keluar demi ridha Allah, menegakkan agama-Nya di atas bumi dan menghancurkan musuh-musuh-Nya.”

Qutaibah menyambut baik saran tersebut seraya mengatakan, “Demi Allah, aku tidak akan membiarkan orang-orang semacam ini menakut-nakuti Muslimah setelah ini. Walaupun dia hendak menebus dirinya dengan harta sebesar dunia ini.” Kemudian beliau memerintahkan agar tawanan itu dibunuh.

COMMENTS

BLOGGER: 1
  1. Subhanallah, tidak adakah pemimpin seperti ini di negeri kita 😭

    BalasHapus

Nama

Berita Internasional,8,Berita Nasional,66,Berita Viral,57,Kabar Asia,66,Kabar Australia,2,Kabar WIB,64,Kabar WIT,2,Kabar WITA,2,LBH Pelita Umat,3,Multaqo Ulama,4,Nasrudin Joha,17,Opini,49,Ustadz Felix Siauw,1,
ltr
item
Kabare Rakyat: Kisah Tabiin hidup 80-an Hijriyah patut menjadi Teladan
Kisah Tabiin hidup 80-an Hijriyah patut menjadi Teladan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLTKfNLqqa-_e3Gs8qSw4Bop4n8aT155nBBWVaxbU-hVPLjJ8GwQ9kYsFzP99JBWkuaNy38FwVibcdu59-B35ZDfibVboRRp9gAsPOCtQZkl0QXQpNY0bxjaD7XWT7V83A_NrUEbMol5NX/s400/takwa-696x464.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLTKfNLqqa-_e3Gs8qSw4Bop4n8aT155nBBWVaxbU-hVPLjJ8GwQ9kYsFzP99JBWkuaNy38FwVibcdu59-B35ZDfibVboRRp9gAsPOCtQZkl0QXQpNY0bxjaD7XWT7V83A_NrUEbMol5NX/s72-c/takwa-696x464.jpg
Kabare Rakyat
https://www.kabarerakyat.com/2019/09/kisah-tabiin-hidup-80-hijriyah-patut.html
https://www.kabarerakyat.com/
https://www.kabarerakyat.com/
https://www.kabarerakyat.com/2019/09/kisah-tabiin-hidup-80-hijriyah-patut.html
true
588417684420110485
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy