Peringatan tabligh akbar Muharram 1441 H Jember, Ahad (17/3/2019) pagi,dihadiri sekitar 300 jamaah. Tabligh akbar itu mengangkat tema “H...
Peringatan tabligh akbar Muharram 1441 H Jember, Ahad (17/3/2019) pagi,dihadiri sekitar 300 jamaah. Tabligh akbar itu mengangkat tema “Hijrah Menuju Syariah Kaffah”.Agenda muharram ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh kaum muslim.
Ustadz Abdurrahman Shaleh, M.M. membuka tabligh akbar tersebut dengan memaparkan motivasi untuk umat islam.
“Hijrah merupakan upaya untuk meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah menuju apa yang Allah ridhoi, hijrah yang kaffah yaitu meniggalkan sistem yang bukan islam menuju sistem islam,” tutur Ustadz Abdurrahman.
Pembicara pertama dalam acara Tabligh Akbar Muharram, Ustadz Amirul Abdullah, menjelaskan jalan hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah.
“Hijrah yang dilakukan Rasulullah sangatlah berat. Sedangkan jalan hijrah yang harus kita lakukan ialah berjuang bersama kelompok yang mewujudkan syariat islam dan khilafah” kata Ustadz Amirul.
Ustadz Rofiudin, sebagai pembicara kedua menjelaskan hijrahnya umat Islam harus istiqomah dan berani menanggung resiko.
“Keimanan berbanding lurus dengan Amal sholih,pengamalan Amal Sholih tertinggi yaitu menegakkan Agama Allah dengan berperang melawan sistem kufur demi tegakknya Syariat islam kaffah. Jalan Hijrah kita menegakkan Laaillahaillallah Muhammad Rasulullah” tutur beliau.
Mau’idhoh hasanah selanjutnya yaitu Ustadz Muhammad Fahim memberikan motivasi untuk menegakkan ukhuwah islamiyah demi tegaknya Islam di muka bumi.
“Ciptakan lingkungan islami dengan cinta terhadap ilmu dimana ilmu bisa menunjukkan kita kepada Allah yang mampu memberikan semangat yang tidak akan pernah runtuh sampai kapanpun” Tegas beliau.
Ustadz Imam Sanusi yang jadi pembicara ke-4 menjelaskan soal Hijrah sempurna dengan Khilafah
“Hijrah yaitu berubah, perubahan sempurna kaffah dengan Khilafah. Khilafah menjadi satu-satunya jalan menuju kemuliaan umat dan yang mengatur kehidupan dengan Islam,” tutur beliau.
Pembicara terakhir, KH. Muhammad Yasin yang merupakan pengasuh pondok pesantren Al-Fattah Jember, dalam ceramahnya menyebutkan bahwa umat Islam jangan sampai salah posisi menjadi penghalang dakwah Islam Kaffah.
“Jangan sampai kita salah posisi menjadi posisinya orang kafir. Kadang orangnya Islam tapi posisinya jadi orang kafir, menghalangi dakwah Islam Kaffah”
Di sela-sela pengajian juga turut diisi acara puisi dan kreasi liwa royah. Para peserta tampak antusias mengikuti acara tersebut.
Acara Tabligh Akbar dalam rangka menyambut tahun baru Muharram 1441 H ini diakhiri sekitar pukul 11.30 WIB, ditandai dengan pembacaan do’a oleh KH. Muhammad Bachri, tokoh sepuh masyarakat Jember. [Aw]



COMMENTS