Oleh : Nasrudin Joha Luar biasa bebal pemimpin di negeri ini, ketika rakyat menghadapi masalah, pemimpin bukan menyelesaikannya. Ju...
Oleh : Nasrudin Joha
Luar biasa bebal pemimpin di negeri ini, ketika rakyat menghadapi masalah, pemimpin bukan menyelesaikannya. Justru pemimpin sibuk mencari kambing hitam, agar tak disalahkan, dan mencari pihak lain untuk disalahkan.
Riau dikepung asap, rakyat benar-benar sesak karena asap sekaligus sesak dadanya karena kelakuan pejabat. Wiranto bukannya mengkoordinasi kementrian dan lembaga dibawah polhukam untuk menangani asap dan mencegah agar tidak lebih parah, eh menteri ini justru sibuk salahkan peladang. Bukan hanya peladang, bahkan dia juga menuding ada unsur politik dibalik Karhutla (kebakaran hutan dan lahan).
Lantas apa kerja penguasa, termasuk Wiranto ? Karhutla terjadi sejak 1997 hingga kini, lantas dimana posisi penguasa ? Peladang seperti apa yang bisa membakar hutan sehingga seluruh Riau pekat dengan asap ? Peladang China ? Para cukong yang menyamar jadi 'peladang' dengan lahan ratusan ribu bahkan hingga jutaan hektar ?
Tidak menyelesaikan masalah, Wiranto justru sibuk bikin narasi mau melarang khilafah. Apa yang menyebabkan kebakaran hutan itu khilafah ? Kenapa tak bikin aturan yang melarang perusahaan milik para cukong ? Kenapa tidak bikin aturan melarang kepemilikan lahan dan hutan oleh korporasi ?
Dosa Wiranto itu dobel. Pertama, abai terhadap masalah kebakaran hutan yang nyata dialami masyarakat Riau. Untuk setiap desahan nafas yang tersengal akibat asap, pada setiap individu warga Riau yang terganggu asap, disitu ada dosa Wiranto. Disetiap kemarahan dan komplain masyarakat Riau tentang abainya penguasa dalam menjaga dan melindungi rakyat Riau dari asap, disitu ada dosa Wiranto.
Kedua, disetiap hujatan terhadap ajaran Islam khilafah, disetiap persekusi terhadap pengemban dakwah karena dituding mengusung khilafah yang anti NKRI, disetiap upaya kriminalisasi terhadap pengemban dakwah khilafah, disitu juga ada dosa Wiranto.
Luar biasa, betapa besarnya investasi dosa Wiranto ? Betapa besarnya dosa jariyah yang kelak diwariskan Wiranto ? Betapa berat hisab Wiranto kelak di akherat, karena akan menghadapi dakwaan seluruh rakyat yang pernah dizalimi Wiranto.
Bukan hanya Wiranto, rezim Jokowi juga memiliki dosa terhadap semua musibah yang menimpa negeri ini. Sebagaimana Wiranto, rezim Jokowi juga kelak akan menghadapi Mahkamah Yaumil Hisab sangat berat. Seluruh rakyat negeri ini satu persatu menghadap Allah SWT, untuk menuntut balasan atas kezaliman yang dilakukan rezim Jokowi.
Apalagi, selain membiarkan kebakaran hutan melanda Riau, rezim Jokowi juga 'membakar' institusi KPK. Melalui revisi UU KPK, rezim sengaja melemahkan KPK dengan mempreteli sejumlah kewenangan penting KPK untuk memberantas korupsi.
Rezim -bersama antek rezim di DPR- secara bersama-sama melakukan intervensi struktural dengan membentuk Badan Pengawas KPK yang kelak badan ini akan menjadi semacam 'Komisaris' bagi KPK. Kinerja KPK tidak akan pernah lepas dari arahan (baca: intervensi) badan pengawas ini.
Sekali lagi, semua keributan ini, karut marut dan masalah di negeri ini, dari soal kebakaran hutan dan lahan, tudingan dan rencana larangan bagi individu untuk mendakwahkan khilafah hingga rencana pelemahan KPK terjadi di rezim Jokowi. Jelas, Wiranto sebagai menkopolhukam memiliki peran dan andil sama dalam merusak dan mengkoyak-koyak negeri ini.

COMMENTS