Islamic Lawyer Forum (ILF) : Merefleksi Kepemimpinan dan Meneropong Arah Kebijakan Pasca Pilpres

Banyuwangi- Kamis 31 Oktober 2019, dalam roadshow Islamic Lawyer Forum (ILF) yang dilakukan oleh LBH Pelita Umat kali ini diadakan di Ba...



Banyuwangi- Kamis 31 Oktober 2019, dalam roadshow Islamic Lawyer Forum (ILF) yang dilakukan oleh LBH Pelita Umat kali ini diadakan di Banyuwangi dengan tema diskusi "Refleksi kepemimpinan dan meneropong arah kebijakan".

Acara yang dilaksanakan tersebut dinarasumberi oleh Drs Wahyudi AlMaroki (pembina LBH Pelita Umat), Edi Mulyadi (Direktur program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)), dan Muslim Arbi (pengamat sosial politik).

Diskusi yang berlangsung selama 2,5 jam tersebut berlangsung dengan begitu hangat dan mengalir. Puluhan tokoh, akademisi, ulama, dan aktivis tampak hadir menyimak pemaparan dan analisis yang disajikan oleh narasumber.

Mengawali diskusi, Muslim Arbi merefleksikan kembali kepemimpinan rezim Jokowi di periode sebelumnya yang dinilai banyak kejanggalan-kejanggalan semisal saat pilpres yang terindikasi adanya kecurangan, pengumuman hasil pilpres saat tengah malam dan semisalnya.





"700 kpps yang meninggal tidak diusut kasusnya, infrastruktur banyak yang dibangun seperti tol dsb tapi rakyat di sekitarnya yang miskin tidak dipedulikan. Ini kan harusnya jadi prioritas", dalam cuplikan pemaparan yang disampaikan.

Pengamat sospol itu pun juga mempertanyakan, "Ekonomi Indonesia saat ini dinilai lemah dengan pertumbuhan hanya 5%, kasus korupsi juga marak. Kenapa yang diprioritaskan justru radikalisme? Kan nggak nyambung", ujarnya

Di pemaparan selanjutnya, Edy Mulyadi direktur CEDeS membuka diskusi dengan Surah An-Nisa ayat 58 tentang menyerahkan amanah kepada yang berhak menerimanya.

Edi mengkritisi tentang janji rezim ini yang mencita-citakan pendapatan rakyat mencapai 27 juta per kapita per bulan pada tahun 2045.




" Ahli ekonom mengkalkulasi, pendapatan rakyat 27 juta per kapita per bulan itu hanya bisa dicapai jika pertumbuhan ekonomi mencapai 7-8% dan itu harus berturut-turut", paparnya

Direktur sekaligus wartawan itu pun mengkritisi, "Pertumbuhan ekonomi periode sebelumnya yang hanya 5%, namun di periode ini ingin (pertumbuhan ekonomi) 7% up tapi dengan orang yang sama ya nggak mungkin".

Beliau menambahkan, "APBN dan APBD banyak yang bocor, bahkan negara ini bukan lagi disebut negara bancakan sebagaimana yang sering dibilang orang tapi negara yang sudah dirampok", jelasnya

"Bagaimana tidak, rakyat yang sudah dicekik. Sudah susah payah memproduksi garam, beras dsb tapi saat panen raya dibuka impor gila. Kan jahat sekali itu?", katanya

Selanjutnya, Drs Wahyudi menyampaikan adanya penggemukan jabatan birokrasi yang dinilai terlampau "gemuk". Jabatan menteri pada periode sebelumnya hanya 34 sekarang bertambah bahkan ada wamennya.




"Setiap tahun, anggaran untuk kabinet dan menteri meningkat untuk yang di pusat. Sedangkan di daerah pun sama, ada peningkatan juga", ujarnya

Pembina LBH Pelita Umat itu pun menyatakan, penggemukan ini menyebabkan pergerakan yang semakin lambat. Sama seperti elephenthiasis yang merusak dari dalam.

" Sistem demokrasi ini super mahal, bahkan biayanya lebih mahal dari pesta pernikahan pangeran Charles dan itu perjuangannya luar biasa namun hasilnya?", tanyanya retoris.

Ia pun menutup dengan pernyataan bahwa penderitaan Ummat tak berbanding lurus dengan perubahan, namun pemikiran lah yang membuat
Ummat berubah.

Juga berpesan, "Nasib Umat saat ini ada di tangan pengemban dakwah yang ikhlas, yang tidak merapat pada penguasa. Sudah seharusnya, sebagai pengemban dakwah harus berjuang dengan maksimal." pungkasnya



Diskusi pun ditutup dengan do'a yang di aamiinkan oleh peserta dengan sangat hikmat. Pasca diskusi, peserta berpose foto dengan ketiga narasumber. (Ghea)

COMMENTS

Nama

Berita Internasional,8,Berita Nasional,66,Berita Viral,57,Kabar Asia,66,Kabar Australia,2,Kabar WIB,64,Kabar WIT,2,Kabar WITA,2,LBH Pelita Umat,3,Multaqo Ulama,4,Nasrudin Joha,17,Opini,49,Ustadz Felix Siauw,1,
ltr
item
Kabare Rakyat: Islamic Lawyer Forum (ILF) : Merefleksi Kepemimpinan dan Meneropong Arah Kebijakan Pasca Pilpres
Islamic Lawyer Forum (ILF) : Merefleksi Kepemimpinan dan Meneropong Arah Kebijakan Pasca Pilpres
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3HYDDgWfEZQVcxb1FPhf5Cs60ztNzXRYimL7Z5o15k98sXYWL9nP95duli9CRcw8Gl2oIMeK8Gxs5scI5st62q5-Ge-ElkIM6q1oIFRGpsnp_BGEFnIvHenprla5vjPw_f2h_A7oys8cA/s400/ILF+Banyuwangi+Oktober+2019+%25282%2529.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3HYDDgWfEZQVcxb1FPhf5Cs60ztNzXRYimL7Z5o15k98sXYWL9nP95duli9CRcw8Gl2oIMeK8Gxs5scI5st62q5-Ge-ElkIM6q1oIFRGpsnp_BGEFnIvHenprla5vjPw_f2h_A7oys8cA/s72-c/ILF+Banyuwangi+Oktober+2019+%25282%2529.jpeg
Kabare Rakyat
https://www.kabarerakyat.com/2019/11/islamic-lawyer-forum-ilf-merefleksi.html
https://www.kabarerakyat.com/
https://www.kabarerakyat.com/
https://www.kabarerakyat.com/2019/11/islamic-lawyer-forum-ilf-merefleksi.html
true
588417684420110485
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy