Banyuwangi (kabarerakyat.com) - Para kyai, ustadz, tokok masyarakat, dan warga Banyuwangi berkumpul bersama di Masjid Ponpes Darun Naja, ...
Banyuwangi (kabarerakyat.com) - Para kyai, ustadz, tokok masyarakat, dan warga Banyuwangi berkumpul bersama di Masjid Ponpes Darun Naja, Jalen-Banyuwangi dalam rangka Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H. Acara ini disajikan dengan tema "Cinta Nabi Cinta Syariah". Ahad (1/12/2019)
Ada serangkaian acara yang dilaksanakan dalam Peringatan Maulid Nabi SAW, tersebut yakni yang pertama adalah istighosah bersama. Istighosah dipimpin langsung oleh KH Muhammad Asrofi Syafi'i, beliau selaku pengurus Ponpes Darun Naja, Jalen-anyuwangi. Acara pertama selesai tepat sebelum adzan isya' dikumandangkan. Para jamaah pun bersegera mengambil air wudhu kemudian melaksanakan sholat isya'.
MC membuka acara yang kedua yakni sambutan dan ceramah. Kyai Asrofi dalam sambutan yang pertama menyinggung pada jamaah soal kecintaan pada Nabi Muhammad SAW, "Bapak-bapak Ibu-ibu, jenengan semua Cinta Nabi nopo mboten? tanya Kyai Asyrori pada jamaah (anda semua cinta Nabi apa tidak) Jamaah serentak menjawab "Inggih" (Ya..!) "Jika kita cinta Nabi maka kita juga harus Cinta pada Syriah" kata Kyai Asyrofi menambahkan.
Sambutan yang kedua disampaikan oleh perwakilan takmir Masjid Darun Naja. Disampaikan bahwa kajian yang diadakan di masjid tersebut dilaksanakan secara rutin baik mingguan maupun bulanan.
Acara berlangsung semakin hangat dengan pemaparan dari Ustadz H. Khoironi MM. M.Pd., direktur LPDS Qolbun Salim Banyuwangi. Beliau menyatakan pada jamaah "Kita tadi semua sepakat bahwa pilihan hidup kita adalah beruntung di dunia dan beruntung di akhirat, maka konsekuensinya adalah terapkan Islam Kaffah dalam semua aktivitas kehidupan kita".
Dalam ceramahnya Ustadz H. Khoironi menambahkan, Cinta Nabi maknanya adalah C I N T A, Maknanya C yang pertama adalah "Cocok". Ketika kita cocok dengan ajaran Allah SWT dan Rasulullah SAW, kemudian akan muncul I artinya "indah" di hati setiap menjalankan perintah Allah SWT, dan mengikuti jalan Rasulullah SAW. Selanjutnya akan muncul N yaitu "nikmat", senantiasa nikmat yang kita rasakan bila selalu bersama Allah dan Rasulullah. Maka hidup kita semata-mata hanya T "taat, takut, taqwa" kepada A, yaitu Allah SWT.
Acara Maulid Nabi ini ditutup dengan doa dan ramah tamah dengan sajian makanan dan minuman, meski sederhana namun suasana kehangatan sangat terasa. (Ros)
COMMENTS