Ahad, 09 Februari 2020 kota Pamekasan, Madura, mengukir sejarah kaum Muslimin. Pasalnya di Pondok Pesantren At Taufik -Jungcangcang ...
Ahad, 09 Februari 2020 kota Pamekasan, Madura, mengukir sejarah kaum Muslimin. Pasalnya di Pondok Pesantren At Taufik -Jungcangcang yang diasuh oleh Al Mukaram KH. Ali Fadhil, diadakan Multaqo Ulama Aswaja yang dihadiri sekitar 600 peserta yang terdiri dari Ulama dan Tokoh Masyarakat dari berbagai daerah seperti Surabaya, Malang, Jember, Banyuwangi, Semarang, Yogyakarta dan dari daerah lain.
Tema Multaqo Ulama Aswaja kali ini mengusung tema : “2020 Tahun Umat Islam”. Tema ini menggambarkan tekat para Ulama bersama umat untuk berjuang menegakkan Syari’ah dan Khilafah.
Sebanyak 54 Ulama dan tokoh masyarakat yang hadir dari daerah yang disebut Tapal Kuda yakni Jember, Bondowoso dan Banyuwangi. Salah satu Ulama yang hadir adalah KH. Muhammad Yasin, pengasuh pondok pesantren Al-Fattah Jember, yang juga menjadi pembicara pada acara Multaqo Ulama Aswaja itu.
Tema Multaqo Ulama Aswaja kali ini mengusung tema : “2020 Tahun Umat Islam”. Tema ini menggambarkan tekat para Ulama bersama umat untuk berjuang menegakkan Syari’ah dan Khilafah.
Sebanyak 54 Ulama dan tokoh masyarakat yang hadir dari daerah yang disebut Tapal Kuda yakni Jember, Bondowoso dan Banyuwangi. Salah satu Ulama yang hadir adalah KH. Muhammad Yasin, pengasuh pondok pesantren Al-Fattah Jember, yang juga menjadi pembicara pada acara Multaqo Ulama Aswaja itu.
KH. Muhammad Yasin adalah perwakilan Ulama dari daerah Tapal Kuda. Dalam ceramahnya pada Multaqo Ulama Aswaja itu, beliau menyampaikan 2 tugas Ulama yang mendesak saat ini, yaitu menyadarkan umat dan mengajak umat untuk berjuang menegakan syari’ah dan Khilafah.
“Tugas para ulama ada 2, yaitu menyadarkan umat akan pentingnya berhukum dengan hukum Allah, dan mengajak mereka berjuang menegakkan syari’ah dan Khilafah” kata KH. Yasin
KH. Muhammad Yasin juga bersyukur mengenal jama’ah dakwah yang ikhlas berjuang untuk menegakkan Syari’ah dan Khilafah.
“Saya senang dan bersyukur bisa bertemu dan ngaji dengan jama’ah yang memperjuangkan Syari’ah dan Khilafah. Yuk para Ulama, para Kyai terus berjuang!” pungkas KH. Muhammad Yasin.
Diantara para Ulama karismatik yang hadir pada acara Multaqo Ulama Aswaja di Pamekasan, Madura diantaranya :
KH. Ali Fadhil, Pamekasan, Madura
KH. Abah Daniji, Sumenep, Madura
KH. Toha Cholili, Bangkalan, Madura
KH. Fauzi Rofi’i, Sumenep, Madura
KH. Mahmudi Syukhri, Malang
KH. Muhammad Yasin, Jember
KH. Abah Jufri, Blitar
KH. Misbah Halimi, Jombang
KH. Ahmad Faiz, Klaten
KH. Khoiri Sulaeman, Surabaya
Kyai Abdul Karim, Nganjuk
Kyai Abah Narko, Yogyakarta
KH. Ahmad Abu Syamil, Ngawi
KH. Abdullah Amroni, Probolinggo
KH. Ahmad Jauhari, Kediri
“Tugas para ulama ada 2, yaitu menyadarkan umat akan pentingnya berhukum dengan hukum Allah, dan mengajak mereka berjuang menegakkan syari’ah dan Khilafah” kata KH. Yasin
KH. Muhammad Yasin juga bersyukur mengenal jama’ah dakwah yang ikhlas berjuang untuk menegakkan Syari’ah dan Khilafah.
“Saya senang dan bersyukur bisa bertemu dan ngaji dengan jama’ah yang memperjuangkan Syari’ah dan Khilafah. Yuk para Ulama, para Kyai terus berjuang!” pungkas KH. Muhammad Yasin.
Diantara para Ulama karismatik yang hadir pada acara Multaqo Ulama Aswaja di Pamekasan, Madura diantaranya :
KH. Ali Fadhil, Pamekasan, Madura
KH. Abah Daniji, Sumenep, Madura
KH. Toha Cholili, Bangkalan, Madura
KH. Fauzi Rofi’i, Sumenep, Madura
KH. Mahmudi Syukhri, Malang
KH. Muhammad Yasin, Jember
KH. Abah Jufri, Blitar
KH. Misbah Halimi, Jombang
KH. Ahmad Faiz, Klaten
KH. Khoiri Sulaeman, Surabaya
Kyai Abdul Karim, Nganjuk
Kyai Abah Narko, Yogyakarta
KH. Ahmad Abu Syamil, Ngawi
KH. Abdullah Amroni, Probolinggo
KH. Ahmad Jauhari, Kediri
Multaqo Ulama Aswaja di Pondok Pesantren At Taufik –Jungcangcang, Pamekasan, berjalan lancar, dari awal hingga akhir acara. Sebelum pulang, para Ulama menyempatkan diri untuk mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama dan membuat video menyampaikan pesan dan kesan atas diadakannya acara Multaqo Ulama ini. (aB)



COMMENTS