Sabtu Malam, 27 Juni 2020 telah berlangsung Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda - Bali yang digelar secara online. Pertemuan para ulama dan tok...
Sabtu Malam, 27 Juni 2020 telah berlangsung Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda - Bali yang
digelar secara online. Pertemuan para ulama dan tokoh masyarakat ini
mengusung tema “Membangun Perabadan Islam di bawah naungan Khilafah pasca Pandemik menggantikan Peradaban Kapitalis yang rusak dan gagal”, melibatkan puluhan ulama
dan para muhibbin yang menyimak secara live di channel YouTube Suargo
Acara dimulai tepat pukul 20.00 dan dibuka oleh Host : Ust. Slamet. Selanjutnya Qiro'atul Qur'an oleh Ust. Muhsini (Pengasuh MT At Taubah Jember) membacakan QS. 48 Al Fath ayat 18 hingga ayat 20 dan juga QS 24 An Nur ayat 55.
Kalimah Taqdim oleh shahibul hajjah : Ky Mashuri ( Pengasuh MT Al Fajar Jember) menyampaikan kegiatan Multaqo ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran
dan pemahaman pada masyarakat untuk kembali pada Islam dan syariahnya.
Beliau juga menilai bahwa seharusnya sekarang saatnya umat sadar untuk Membangun Perabadan Islam di bawah naungan Khilafah pasca Pandemik, sebab kapitalisme telah tampak kerusakan dan kegagalannya.
"Sungguh diharapkan Multaqo Ulama Aswaja bisa memberikan pencerahan kepada umat di tengah Pandemik ini." ungkap Ky Mashuri.
Sejalan dengan penjelasan tersebut, KH Moh Asyrofi Syafi'i ( PP Darunnajah Banyuwangi) menyampaikan bagaimana istiqomah Meraih Ketakwaan Pasca Ramadhan 1441 H di Tengah Wabah.
"Mudah-mudahan pada bulan Dzulqadah ini, kita tidak berkurang Ketakwaannya. Justru semakin meningkat. Agar Peradaban Islam cepat terwujud." jelas KH Moh Asyrofi.
Selanjutnya KH Imam Sanusi ( Pengasuh MT Qolbun Syifa Jember) menjelaskan bahwa Pandemi corona mengungkap kegagalan sistem kapitalisme, demokrasi, paham nasionalisme serta komunisme.
"Semoga umat dan ahlul quwah segera mendukung Islam sebagai solusi, dan semoga Allah segera menurunkan pertolonganNya." jelas KH Imam
Senada dengan penjelasan tersebut, Ky Moh Ja'far Abdullah ( MT Al Kamil Denpasar-Bali) menyampaikan Peran Ulama sebagai Warosatul Ambiya' dalam memahamkan umat bahwa sistem demokrasi bukan ajaran islam warisan Rosululloh.
Hadis
riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi menyebutkan, Rasulullah bersabda,
"Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sesungguhnya
mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barang siapa yang telah mengambil
ilmu yang banyak, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Selanjutnya Ky Rofi'udin ( Pengasuh MT Cinta Qur'an Jember ) menjelaskan Khilafah terbukti mampu menyelesaikan pandemi di masa khalifah Umar bin Khottob.
"Wahai Amirul Mukminin, apakah ini lari dari takdir Allah?" tanya Abu Ubaidah.
"Mestinya orang selain engkau yang mengatakan itu, wahai Abu Ubaidah. Benar, ini lari atau berpaling dari takdir Allah ke takdir Allah yang lain. Tidakkah engkau melihat, seandainya saja engkau memiliki unta dan lewat di suatu lembah dan menemukan dua tempat untamu; yang pertama subur dan yang kedua gersang. Bukankah ketika engkau memelihara unta itu di tempat yang subur, berarti itu adalah takdir Allah. Demikian juga apabila engkau memeliharanya di tempat yang gersang, apakah itu juga takdir Allah?" tanya Umar.
"Mestinya orang selain engkau yang mengatakan itu, wahai Abu Ubaidah. Benar, ini lari atau berpaling dari takdir Allah ke takdir Allah yang lain. Tidakkah engkau melihat, seandainya saja engkau memiliki unta dan lewat di suatu lembah dan menemukan dua tempat untamu; yang pertama subur dan yang kedua gersang. Bukankah ketika engkau memelihara unta itu di tempat yang subur, berarti itu adalah takdir Allah. Demikian juga apabila engkau memeliharanya di tempat yang gersang, apakah itu juga takdir Allah?" tanya Umar.
Lebih lanjut Ky Sugiyanto (Pengasuh MT As Salam Bondowoso) menyampaikan penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila, yang terkesan mencederai khilafah sebagai ajaran Islam dan para pejuang Ulama.
Sejalan dengan penjelasan tersebut, Ust Alwi Jufri (Pengasuh Majlis Dakwah Islam Bondowoso)
mengajak seluruh Komponen umat Islam berkontribusi aktif dan turut berjuang bersama Ulama demi tegaknya hukum Syari’at Islam, sebagai petunjuk bagi manusia.
"Dunia ini milik Allah seharusnya menggunakan kapal Khilafah, dengan nahkoda Khalifah. Bukan kapitalis maupun sosialis." jelas beliau
Kemudian Ky Izzat Muttaqin (Pengasuh MT Sababul Bayan Jember) juga mengingatkan seluruh komponen umat tunduk dan patuh kepada Alloh SWT yang telah memfardhukan penerapan syari’at-Nya dengan meneladani Rasulullah.
"Mari tunduk dan patuh kepada Allah yang telah menurunkan syariat Islam dengan mentauladani bagina Rasulullah." ajak Ky Izzat
Berikutnya Ky Ahmadi ( Pengasuh MT Qirooatil Qur'an Al Maghfirah Jember) menjelaskan Sudah saatnya kaum muslimin meninggalkan kapitalisme-demokrasi- komunisme menuju sistem Islam.
Sejalan dengan penjelasan tersebut, Ky Syaiful Hadi (PP Al Munawwarah Jember) menegaskan Khilafah Islamiyah sebagai ajaran Islam yang sudah disepakati oleh Ulama Ahlussunnah wal Jamaa’ah.
"Jadi kalau ada yang mengatakan meniru sistem kenabian, katanya siapa? Berarti itu sama saja mengharamkan ucapan Nabi." tegas beliau.
Aqwal minal ulama terakhir, Ky Amir Abdullah (Pengasuh MT Qubbul Qur'an Jember) mengingatkan saatnya kaum muslimin khususnya ahlil quwwah dari umat ini memberikan dukungan dan bergabung bersama Ulama utk berjuang bersama-sama menegakkan kembali kehidupan Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah
Di akhir sesi, dibacakan Pernyataan sikap ulama Aswaja Tapal Kuda dan Bali oleh KH Moh Yasin (PP Al Fattah Jember). Acara ditutup Do'a dipimpin oleh KH Moh Bahri ( Tokoh Masyarakat Jember).

COMMENTS