Zionis Kian Bengis

  Oleh: Zulfa Rasyida Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza pascagencatan senjata kian memasuki fase yang sangat kritis dan memilukan. Berdasa...

 


Oleh: Zulfa Rasyida

Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza pascagencatan senjata kian memasuki fase yang sangat kritis dan memilukan. Berdasarkan laporan terbaru dari lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai badan internasional kemanusiaan, agresi militer yang dilancarkan oleh entitas Zionis telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Gaza dalam kurun waktu yang relatif singkat setelah periode jeda pertempuran. Di antara akumulasi korban jiwa tersebut, kekejaman yang paling mencolok dan mengerikan adalah kenyataan objektif bahwa serangan-serangan militer Zionis secara spesifik mengarah pada populasi sipil yang paling rentan, yaitu anak-anak. Data resmi menunjukkan bahwa sejak Oktober 2023 hingga pertengahan tahun 2026, jumlah anak Gaza yang gugur (syahid) telah menembus angka yang sangat masif. Secara rata-rata, militer Zionis membunuh satu anak setiap harinya di Gaza, meskipun secara formal klaim gencatan senjata sempat digaungkan ke permukaan.

Kengerian yang dialami oleh anak-anak di Gaza tidak berhenti pada kematian fisik semata. Bagi anak-anak yang berhasil bertahan hidup dari gempuran bom dan peluru, realitas kehidupan mereka telah berubah menjadi neraka dunia yang berkepanjangan. Ribuan anak mengalami luka fisik yang sangat parah, yang berujung pada cacat permanen, amputasi anggota tubuh tanpa anestesi yang memadai akibat blokade total, serta kehilangan pancaindra. Dampak ini berkelindan dengan trauma psikologis yang sangat berat; anak-anak Gaza didiagnosis mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD) akut secara massal, menderita kecemasan eksistensial, histeria, serta ketakutan konstan akan suara pesawat tempur. Akibat dari kehancuran total infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan keluarga ini, masa depan seluruh generasi anak Gaza benar-benar terancam musnah. Fenomena ini secara sosiologis dan yuridis bukan lagi sekadar dampak ikutan dari sebuah peperangan konvensional, melainkan merupakan perwujudan nyata dari genosida yang terstruktur dan sistematis yang dilakukan oleh entitas Zionis terhadap bangsa Palestina.

Melalui analisis strategis militer dan geopolitik, menjadi sangat jelas bahwa penargetan anak-anak oleh Zionis bukanlah sebuah ketidaksengajaan atau kesalahan taktis (collateral damage). Penargetan anak-anak ini merupakan bagian integral dari doktrin genosida dalam rangka menghabisi eksistensi kaum muslimin di Palestina secara demografis dan jangka panjang. Dengan membunuh anak-anak, Zionis berupaya memastikan bahwa masa depan perlawanan Palestina lumpuh sejak dini, sekaligus memutus mata rantai generasi baru yang berhak atas tanah wakaf kaum muslimin tersebut. Entitas Zionis terbukti melakukan segala cara—termasuk melanggar seluruh hukum humaniter internasional dengan membunuh anak-anak, membom rumah sakit, dan menghancurkan sekolah—demi meraih tujuan ideologis mereka, yaitu mencaplok dan menguasai seluruh wilayah Palestina secara mutlak serta mewujudkan ambisi "Israel Raya" (Greater Israel). Mereka secara konsisten menunjukkan sikap keras kepala dengan sama sekali tidak memedulikan kesepakatan gencatan senjata, mengabaikan kecaman keras dari berbagai lembaga PBB, dan menistakan hukum internasional demi kelangsungan agenda genosida tersebut.

Menghadapi kenyataan pahit ini, dunia internasional tidak dapat lagi menaruh harapan pada ilusi diplomasi sekuler Barat. Berharap adanya perubahan sikap internal dari entitas Zionis, seperti melalui pergantian Perdana Menteri atau pergeseran koalisi politik di Knesset, adalah sebuah kenaifan politik yang nyata karena seluruh spektrum politik Zionis sepakat atas pendudukan Palestina. Begitu pula berharap pada institusi PBB, yang secara empiris telah terbukti gagal total melalui puluhan resolusi Dewan Keamanan dan Sidang Umum yang mandul tanpa sanksi militer konkret. Di sisi lain, dunia Islam yang diharapkan menjadi pelindung terdepan justru berada dalam kondisi lumpuh berparlemen. Penguasa di dunia Islam saat ini semakin merapat ke arah perlindungan Amerika Serikat dan normalisasi dengan entitas Zionis. Hal ini disebabkan oleh cengkeraman paham nasionalisme sempit yang memekarkan ego sektoral antaranegara bangsa (nation-state), serta orientasi politik kapitalistik yang lebih mengutamakan stabilitas ekonomi pragmatis dan oligarki kekuasaan daripada membela darah kaum muslimin yang tertumpah di Gaza.

Dalam perspektif doktrin dan konstruksi politik Islam, satu-satunya harapan yang rasional, empiris, dan teologis bagi pembebasan total Palestina secara hakiki hanyalah melalui institusi politik global umat Islam, yaitu Khilafah Islamiyyah. Khilafah bukan sekadar institusi keagamaan moral, melainkan sebuah institusi politik dan militer global tunggal bagi umat Islam di seluruh dunia. Khilafahlah yang secara legal-syar'i memiliki otoritas untuk memobilisasi tentara kaum muslimin dan menggerakkan komando jihad fisabilillah berskala penuh untuk mengalahkan entitas Zionis, meruntuhkan dominasi hegemonik imperialis Barat, dan membebaskan setiap jengkal tanah Palestina dari penjajahan. Hanya kekuatan militer yang terorganisasi dan berideologi Islam yang mampu menghentikan mesin perang Zionis secara definitif. Kejayaan Islam digariskan akan menyentuh seluruh pelosok bumi tanpa terkecuali, meruntuhkan segala bentuk hegemoni kezaliman sekuler:

"Perkara (agama) ini akan mendatangi apa saja yang didatangi oleh malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun, baik rumah yang megah maupun yang sederhana, melainkan Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya dengan memuliakan orang yang mulia (masuk Islam) atau menghinakan orang yang hina (tetap kafir)." (HR. Ahmad)

Melalui eksistensi Khilafah, perlindungan komprehensif terhadap anak-anak Palestina akan terwujud secara nyata dan paripurna. Khilafah secara sistemis akan menjamin perlindungan terhadap jiwa mereka dari segala bentuk agresi, memulihkan kesehatan fisik dan mental melalui pembangunan fasilitas medis mutakhir gratis, mengembalikan hak pendidikan yang berbasis akidah Islam dan sains, serta menjamin kesejahteraan ekonomi melalui pengelolaan Baitul Mal. Khilafah akan merekonstruksi seluruh aspek masa depan generasi muda Palestina agar tumbuh menjadi individu yang bertakwa, kuat, dan bermartabat. Oleh karena itu, perjuangan untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyyah bukanlah sebuah agenda utopis atau pelengkap, melainkan sebuah qadhiyah masiriyah (persoalan hidup dan mati) umat Islam sedunia yang wajib diperjuangkan dengan segenap jiwa, pikiran, dan tenaga demi mengakhiri kezaliman global dan menyelamatkan generasi masa depan umat.

Referensi:

  • BBC News Indonesia. "Anak-anak Gaza: Generasi yang Hilang di Tengah Kecamuk Konflik".
  • Kompas.id. "Anak-anak Gaza, Generasi yang Hilang di Tengah Perang".
  • Anadolu Agency. "UNICEF calls Gaza ceasefire 'deadly illusion' as 265 Palestinian children killed since October".
  • Al Jazeera. "More than 1,000 killed in Israel attacks on Gaza since ceasefire".
  • Al Jazeera. "Israel kills a child a day on average in Gaza despite ceasefire, UN says".
  • CNN Indonesia. "UNICEF: Israel Bunuh 1 Anak Tiap Hari di Gaza meski Gencatan Senjata".
  • Kompas.id. "Israel Tewaskan 1.005 Warga Gaza Selama Gencatan Senjata".

 

COMMENTS

Nama

Berita Internasional,9,Berita Nasional,67,Berita Viral,58,Kabar Asia,66,Kabar Australia,2,Kabar WIB,64,Kabar WIT,2,Kabar WITA,2,LBH Pelita Umat,3,Multaqo Ulama,4,Nasrudin Joha,17,Opini,52,Ustadz Felix Siauw,1,
ltr
item
Kabare Rakyat: Zionis Kian Bengis
Zionis Kian Bengis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdO0SmVDYNPekJZ-fB2PyVSqi0qSbahbkMEc2Vhwohoy0WUB2PKF3e6qNVB9g0Xm-yQGHhpVZ4TDIaYAE-E2b3-p1RCUy4wGM0jzSXORIFx_QSkqxg_LNf_se0IEfukZ4vRDFPwMOea45Wy-uYZblhYi2ywcmBH-IBiEqE2NDNM3aA9Yadkr1CJ0_MPRUX/w400-h225/ChatGPT%20Image%2030%20Jul%202026%2015.25.23.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdO0SmVDYNPekJZ-fB2PyVSqi0qSbahbkMEc2Vhwohoy0WUB2PKF3e6qNVB9g0Xm-yQGHhpVZ4TDIaYAE-E2b3-p1RCUy4wGM0jzSXORIFx_QSkqxg_LNf_se0IEfukZ4vRDFPwMOea45Wy-uYZblhYi2ywcmBH-IBiEqE2NDNM3aA9Yadkr1CJ0_MPRUX/s72-w400-c-h225/ChatGPT%20Image%2030%20Jul%202026%2015.25.23.png
Kabare Rakyat
https://www.kabarerakyat.com/2026/07/zionis-kian-bengis.html
https://www.kabarerakyat.com/
https://www.kabarerakyat.com/
https://www.kabarerakyat.com/2026/07/zionis-kian-bengis.html
true
588417684420110485
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
Tutup dalam 4s
Iklan Sponsor

Kirim Tulisanmu!

Punya berita, laporan, atau opini? Kirimkan ke redaksi via WhatsApp.

Home Viral Opini Cari